Customer
|
Wednesday, 03 March 2010 |
- Telah menjadi trend untuk alat periksa ujian, kuesioner & entri data.
- Hasil inovasi terbaik, mendapat penghargaan tingkat nasional Indonesia APICTA 2004.
- Tercepat, mampu baca 12.000 LJK per menit.
- Bantuan teknis tak kenal libur.
- Update DMR gratis via Internet.
- Tersedia scanner pengganti saat dibutuhkan.
- Portabel dengan USB flash disk, tak perlu diinstal.
- Multi user, bonus dongle verifikator hingga 4 unit.
- Teruji, terbukti tahan bertahun-tahun di beberapa Polda, sekolah dan Dinas Psikologi TNI, serta Lembaga Sandi Negara.
- Fitur lengkap, analisis melimpah, dan terus bertambah.
- Paling banyak bonusnya, termasuk gratis antivirus Kaspersky.
- Mampu mengenali segala LJK OMR.
- Total cost of ownership DMR jauh lebih murah daripada OMR.
- Digunakan sebagai alat entri data di Chevron, Darya-Varia & Toyota Astra.
- Hampir 100 universitas telah menggunakannya, termasuk ITB, UI, UGM, IPB, Unpad, untuk ujian, kuesioner, maupun registrasi.
- Pengguna bebas membuat rancangan LJK sendiri, jumlah isian tidak dibatasi.
- Menjadi andalan BKN, BKD dan Setneg, Kementerian Pertahanan, dan banyak kementerian lain untuk pemeriksaan jutaan LJK CPNS.
- Tersedia fasilitas training gratis dan pendampingan bila dibutuhkan.
- BKB Nurul Fikri, Bimbel Ganesha Operation, Primagama, Bintang Pelajar, SSC, JILC dapat melayani semakin banyak siswa setelah mengoperasikan DMR.
- Menjadi software resmi Depdiknas untuk UASBN 2008, ujian formal skala nasional pertama yang pengisiannya dengan tanda silang.
- Dikembangkan tanpa henti oleh tim peneliti yang dipimpin Prof Iping Supriana dari Informatika ITB.
- DMR adalah brand yang paling terkenal, dapat meningkatkan prestise lembaga penggunanya.
- Pilihan scanner beragam dari Fujitsu, Canon, Kodak, HP, Avision, dan Plustek, namun DMR hanya dipaketkan dengan tipe yang lulus uji teknis.
- Tersedia tipe scanner yang tetap dapat bekerja saat mati lampu.
- Panduan lengkap berupa buku dan video, konsultasi online juga didukung oleh teknisi dan trainer yang siaga di beberapa kota.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 03 March 2010 )
|
|
|
Friday, 29 January 2010 |
Di akhir bulan Januari 2010, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) kembali menambah scanner LJK dan lisensi Digital Mark Reader (DMR) yang dimilikinya. Pelatihan penggunaan scanner Fujitsu dan DMR Profesional tersebut berlangsung di Gedung E Kemendiknas selama 4 jam. Rencananya, DMR sebagai scanner LJK akan digunakan untuk kegiatan peningkatan mutu pembelajaran.
Sebelumnya, Kemendiknas telah menggunakan ratusan unit scanner Fujitsu dan lisensi DMR Profesional buatan Codena untuk digunakan di berbagai organisasi di bawah koordinasi Kemendiknas, termasuk dinas pendidikan kabupaten/kota, Pusdiklat Pegawai, Puspendik, PMPTK, LPMP, PPPG Tertulis, dsb.
Di bulan yang sama, pengguna DMR Profesional untuk keperluan ujian dan psikotes juga bertambah, yaitu di Dinas Psikologi TNI-AU dan Dinas Psikologi TNI-AD. Hal ini membuktikan kualitas produk dan layanan DMR yang makin dapat diandalkan dan terpercaya. |
|
Last Updated ( Friday, 29 January 2010 )
|
|
|
Wednesday, 21 October 2009 |
|
Saya bekerja pada sebuah lembaga diklat guru matematika. Pekerjaan saya berhubungan dengan evaluasi terselenggaranya diklat. Setiap bulan saya harus menyebarkan 3 jenis angket kuesioner kepada peserta diklat, kurang lebih masing-masing sebanyak 70 lembar. Masalah yang dihadapi adalah ketika tiba saatnya harus mengolah angket-angket tersebut. Dengan cara manual saya hrus menginput data satu per satu, pekerjaan dirasa sangat lama dan memang terlalu lama. Belum lagi tuntutan dari bagian lain yang akan segera menggunakan hasil olah angket tersebut untuk keperluan laporan. Untungnya kantor membeli perangkat scanner yang dilengkapi dengan program Digital Mark Reader (DMR).
|
|
Last Updated ( Wednesday, 21 October 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Monday, 28 July 2008 |
|
Setelah penulis menjadi salah satu mahasiswa dan periset di ITB, bersama Dedengkot DMR #1, kami menghasilkan sebuah produk berbasis riset yang fenomenal, Digital Mark Reader (DMR), sebuah sistem pemeriksaan ujian yang pertama kali diluncurkan ke pasar pada tahun 2004. Wujud fisiknya terdiri dari alat scanner dokumen (yang dilengkapi tray) ditambah perangkat lunak pendukung.
Empat tahun telah berlalu sejak peluncurannya, kini DMR semakin dewasa. DMR berkembang menjadi sebuah sistem tangguh yang dipercaya oleh lebih dari 500 lembaga. Bukan hanya sekolah, namun juga termasuk 50-an perguruan tinggi termasuk ITB sendiri, 250-an dinas pendidikan kota/kabupaten, 30-an lembaga di bawah Depdiknas, beberapa departemen selain Depdiknas serta beberapa pemerintah propinsi, BUMN, bimbel ternama, bank dan rumah sakit terkemuka maupun industri pertambangan serta otomotif.
Kepercayaan yang diberikan oleh para pengguna DMR merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang mendorong kami agar tetap dapat memberikan yang terbaik. Salah satu wujud dari usaha untuk memberikan yang terbaik tersebut adalah dengan memberikan update gratis bagi para pengguna DMR sehingga pengguna DMR lama juga dapat memperoleh manfaat dari fasilitas tambahan yang ada pada DMR versi terbaru.
|
|
Last Updated ( Monday, 28 July 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Monday, 17 March 2008 |
|
Pada penggunaan DMR-x versi V2.7.13, Anda seringkali akan mengalami kesulitan untuk mengontrol perubahan pada Triple Marker ketika melakukan re-extract. Kesulitan tersebut dicirikan dengan berpindahnya Triple Marker kembali ke posisi semula (posisi awal setelah dilakukan extract data untuk pertama kalinya) setelah Anda melakukan re-extract dan/atau melakukan Save Change. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda harus menonaktifkan fungsi Always use border mark pada
Options->Advanced yang terdapat di DMR-x.
|
|
Last Updated ( Monday, 17 March 2008 )
|
|
| |
|
Peluang UsahaBagi Anda yang berminat untuk bergabung di dalam sistem keagenan DMR, silakan SMS ke 08157114802 | email : zulfikar[at]codena.co.id
|