News
|
Thursday, 29 May 2008 |
|
Setelah melalui proses seleksi dan tender yang berlarut-larut di Depdiknas, alhamdulillah bulan April 2008 kami diberi amanah untuk mengembangkan DMR UASBN, sebuah hasil kustomisasi dari perangkat lunak Digital Mark Reader (DMR). Bagi yang belum tahu, UASBN adalah singkatan dari Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional untuk SD/MI/SDLB.
Sekitar 700 peserta dari dinas pendidikan setiap kota/kabupaten dan propinsi di Indonesia telah menjadi peserta pelatihan DMR UASBN yang diselenggarakan di Jakarta, 29 April - 4 Mei 2008. Pelatihan yang berjalan lancar tersebut diikuti dengan kelancaran pemrosesan scanning di tingkat kabupaten dan kota yang terus dipantau oleh tim teknis DMR UASBN bersama Puspendik Depdiknas. |
|
Last Updated ( Thursday, 29 May 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 01 April 2008 |
Meskipun saat ini kehadiran Digital Mark Reader (DMR) tidak lagi sendiri, jangan sampai Anda salah menentukan pilihan. DMR tetap lebih unggul. Apa saja keunggulannya?
1. DMR paling kencang.
DMR mampu mengolah 2500 LJK per menit namun akurasi tetap terjaga, siapa lagi yang bisa?
2. DMR paling hemat.
- Hemat biaya
Dengan LJK 1 warna, biaya penggandaan lebih murah dan pengisian tetap bisa menggunakan tanda silang.
- Hemat penyimpanan
Ketika disimpan, gambar hasil scan 1 lembar hanya butuh ruang 15 KB. Artinya harddsik 300GB dapat memuat hasil scan 20 juta lembar LJK.
3. DMR paling luas jangkauan layanannya.
Jaringan penjualan serta pelayanan DMR terdapat di tiap kota-kota besar di Indonesia.
4. DMR paling baik skalabilitasnya
Terbukti pada skala kecil, tidak bermasalah pada skala jutaan lembar.
5. DMR paling banyak digunakan.
DMR dipercaya oleh ratusan pengguna, dari beberapa negara termasuk 50 universitas ternama dan beberapa perusahaan multinasional.
6. DMR paling mudah diverifikasi.
DMR mampu menampilkan hasil pengenalan isian LJK tepat di samping atau di bawah setiap isian. Hasil pengenalan tersebut juga dapat otomatis disimpan sebagai arsip yang dapat dipertanggungjawabkan serta diperlihatkan pada uji publik.
7. DMR paling fleksibel.
DMR dapat memeriksa form dengan pengenalan referensi berbasis garis, lingkaran maupun kotak. DMR hanya perlu 1 rancangan template yang dapat digunakan di setiap tipe dan jenis scanner, bahkan pada setting resolusi yang berbeda. LJK DMR dapat di-print, dicetak, di-fotocopy, bahkan disebarkan melalui internet. Pengisiannya pun dapat dengan bulatan maupun tanda silang.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 02 April 2008 )
|
|
|
Monday, 17 March 2008 |
|
Pada penggunaan DMR-x versi V2.7.13, Anda seringkali akan mengalami kesulitan untuk mengontrol perubahan pada Triple Marker ketika melakukan re-extract. Kesulitan tersebut dicirikan dengan berpindahnya Triple Marker kembali ke posisi semula (posisi awal setelah dilakukan extract data untuk pertama kalinya) setelah Anda melakukan re-extract dan/atau melakukan Save Change. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda harus menonaktifkan fungsi Always use border mark pada
Options->Advanced yang terdapat di DMR-x.
|
|
Last Updated ( Monday, 17 March 2008 )
|
|
|
Thursday, 14 February 2008 |
Pesanan perangkat lunak Digital Mark Reader (DMR) dari Chevron Minas diterima oleh LPPM-ITB awal Februari ini dan akan segera direalisasikan. Minat Chevron terhadap DMR sebenarnya diawali sejak pameran DMR di Landmark Jl Braga, Bandung, Agustus 2007 lalu.
Saat itu, pesanan diperkirakan akan dilakukan bulan Januari 2008 namun tertunda akibat kendala teknis pengurusan izin pembelian DMR oleh Chevron dari BP Migas.
Pesanan beberapa unit DMR pada Februari 2008 diharapkan dapat menjadi pilot project bagi setiap site yang dimiliki Chevron di Minas, di Indonesia, bahkan di luar Indonesia. Hal tersebut makin membuktikan kredibilitas dan kualitas DMR sebagai sebuah produk perangkat lunak yang bukan hanya menjadi kebanggaan ITB namun diharapkan menjadi kebanggaan Indonesia.
Baca juga:
Digital Mark Reader (DMR) adalah sistem pemeriksa ujian, kuesioner, psikotes dan entri data dengan scanner yang ekonomis. Wujudnya berupa perangkat lunak yang dipasangkan dengan pemindai gambar/image scanner sehingga setiap unit DMR dan pemindai dapat mengolah ratusan hingga ribuan lembar per jam. DMR dihasilkan dari riset unggulan ITB (2002-2003) dan kini pengembangannya dilanjutkan oleh Codena, juga berlokasi di Bandung.
|
|
Last Updated ( Thursday, 14 February 2008 )
|
|
|
Thursday, 14 February 2008 |
 Digital Mark Reader (DMR) adalah sistem pemeriksa ujian, kuesioner, psikotes dengan scanner yang ekonomis. Wujudnya berupa perangkat lunak yang dipasangkan dengan pemindai gambar/image scanner sehingga setiap unit DMR dan pemindai dapat mengolah ratusan hingga ribuan lembar per jam.
Walaupun memiliki kecepatan yang tinggi, ternyata 1 unit DMR dan scanner kadang dirasa belum cukup karena beberapa alasan, misalnya karena akan digunakan di beberapa kota atau lokasi, atau didesak oleh volume pengolahan LJK yang demikian tinggi padahal waktu yang tersedia terbatas.
Hingga tengah Feburari 2008, berikut adalah lembaga pengguna DMR terurut berdasarkan lisensi terbanyak:
- Dinas Pendidikan Kab. Penajam Paser Utara - Kaltim (40 unit )
-
Ditjen PMPTK Depdiknas (32 unit)
-
Ganesha Operation (17 unit)
-
LPMP Jateng (10 unit)
-
ITB dan Universitas Jend. Ahmad Yani (7 unit)
-
Departemen Agama RI (6 unit)
-
LPMP Sulawesi Tengah dan LBB Primagama (4 unit)
-
PTI Pemko Padang (3 unit)
-
Polman Bandung, Unpad, IPB, UGM, UPI, Disdik Kota Sawahlunto, Unimed (2 unit)
-
300 unit lisensi di lembaga lain (masing-masing 1 unit)
Penggunaan DMR kian meluas, bukan hanya dari fungsi maupun jumlah lisensi yang tersebar, namun juga dapat dilihat dari posisi pengguna DMR yang menjadikan DMR semakin mendunia. Berikut beberapa pengguna DMR di luar negeri antara lain Sekolah Indonesia Jeddah - Arab Saudi, Fujitsu Korea Selatan dan Universiti Teknologi Malaysia.
|
|
| |
|
Peluang UsahaBagi Anda yang berminat untuk bergabung di dalam sistem keagenan DMR, silakan SMS ke 08157114802 | email : zulfikar[at]codena.co.id
|