Penggunaan scanner dokumen pada DMR tidak membutuhkan
jenis kertas yang khusus, kertas HVS 80 gram hingga 100 gram
dapat digunakan. Selain itu, form DMR dapat digandakan dengan
mesin fotocopi yang dapat semakin menekan biaya operasional
untuk cetak form.
DMR didukung oleh Technical Support dan Trainer yang telah
berpengalaman dan tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat
membantu Anda dalam penggunaan DMR dengan mudah dan
cepat.
Scoring untuk ujian konvensional dan TOEFL,
Penggabungan Nilai, Statistik, Analisis Daya Pembeda, Analisis
Tingkat Kesulitan Soal, Remedial, CBT (Competence-Based Test),
serta Range Group (untuk kebutuhan Try Out). Selain itu, analisis untuk kuesioner Quality Assurance (QA). Untuk kebutuhan ana
Pengisian dengan cara bulatan penuh, crossmark (x) maupun checkmark (v) pada form hasil cetak maupun fotocopi dapat dibaca dengan akurat karena DMR memiliki teknologi Auto Sensitivity.
Sistem Operasi: win2000, XP, dan Vista. Scanner: Fujitsu, HP, Canon, Miru, Bowe Bell-Howell, Panasonic,Kodak, Avision. Form: OMR, Netis, Teleform, dan lain-lain.
Pengisian form pada DMR dapat menggunakan pensil, pulpen, maupun spidol. Sementara untuk koreksi pengisian, karet penghapus maupuntipp
DMR versi 3: Teknologi Alat Pemeriksa Ujian Termutakhir
Reynold B. Johnson, seorang guru SMA di Michigan, Amerika Serikat di tahun 1932 membuat sebuah mesin pemeriksa ujian yang dapat membaca bulatan hitam pensil pada form lembar jawab khusus. Tahun 1934, ia direkrut oleh IBM lalu meng-hasilkan Mesin Pemeriksa Ujian IBM 805 pada tahun 1938.
Tahun 1938: IBM 805
Kecepatan pemeriksaan ujian dengan IBM 805 bergantung pada kegesitan operator dalam memasukkan lembar jawab dan mencatat nilai yang ditampilkan mesin, berkisar antara 800 -1.000 lembar per jam. Operator cukup menjatuhkan lembar jawab ke lubang pada mesin, lalu menekan tombol dan tuas yang tersedia. Mesin yang tidak memerlukan komputer ini telah berhenti dipasarkan sejak 1963.
Periode 1960-2000an: Scanner OMR
Ada dua merk scanner OMR yang terkenal di Indonesia, yaitu OpScan & Scantron. Kecepatannya beragam, 3.000 - 10.000 lembar per jam. Beberapa kelemahan OMR adalah:
Kertas form di atas 80 gsm, perlu cetakan dua warna berpresisi sangat tinggi pada perbanyakan form-nya.
Perlu campur tangan programmer untuk merancang setiap 1 jenis form.
Alat tulis untuk pengisian form-nya harus pensil 2B. Penggunaan pensil palsu dapat berakibat fatal.
Kecepatan tertinggi sulit dicapai karena scanning terhenti bila isian peserta tak valid.
Verifikasi data sulit dilakukan karena perlu pencarian kertas/form secara fisik.
Harga scannernya tidak terjangkau oleh lembaga yang kemampuan finansialnya kecil.
Bagi yang mengikuti perkembangan teknologi scanning terkini, terdapat sebuah fakta bahwa OMR itu mahal dari segi investasi, mahal dari segi operasional, serta penggunaannya tidak lagi relevan dengan zaman serba digital ini. Dapat disimpulkan, masa kejayaan OMR telah berakhir seperti halnya mesin tik yang keberadaannya kini tergantikan oleh komputer dan laptop.
Periode 1997-2007: Scanner Dokumen dan Mesin OMR Pembaca Gambar
Di dunia internasional, pengolahan form OMR dengan scanner dokumen pertama kali diperkenalkan tahun 1997. Pengguna-an scanner dokumen untuk mengolah form Lembar Jawab Komputer (LJK) makin marak di Indonesia setelah Digital Mark Reader (DMR) diluncurkan ke publik pada tahun 2004.
DMR adalah hasil Riset Unggulan ITB 2002 - 2003 yang kemudian pengembangannya dilanjutkan oleh Codena. Penggunaan DMR jauh lebih mudah daripada OMR, fitur yang disajikan juga berlimpah, wajar saja bila DMR mendapatkan anugerah The Best of Education & Training pada Indonesia - Asia Pacific ICT Award (APICTA) 2004.
Cara penggunaan DMR mirip dengan OMR namun terdapat prinsip dasar yang berbeda.
DMR memanfaatkan kemampuan scanner dokumen untuk menghasilkan gambar. Selain berfungsi sebagai arsip, gambar tersebutlah yang sebenarnya diinterpretasi atau datanya diekstraksi oleh perangkat lunak. Scanning ulang akibat kesalahan pengisian dapat dihindari, proses pengisian dan alat tulis yang digunakan lebih fleksibel, waktu pengisian lembar jawab dapat lebih singkat. Intinya, semua kelemahan dan kesulitan yang ada pada teknologi OMR tidak lagi ditemukan pada DMR yang didukung pula teknologi canggih scanner dokumen dari merk-merk ternama.
Periode 2008-dst: DMR versi 3
Selama lebih dari 70 tahun, lembar jawab yang pemeriksaannya menggunakan mesin haruslah dicetak minimal dalam dua warna agar mendapatkan akurasi yang baik. DMR versi 3 kemudian hadir dengan fitur Intelligent Custom Color Dropout (i-CCD) yang memungkinkan ekstraksi tanda silang pada form LJK yang cetakannya cukup dicetak satu warna.
Selain akurasi pembacaan form DMR, kemampuan DMR dalam proses ekstraksi data dari form OMR pun semakin meningkat. Bukan hanya kata-kata semu, berbagai tantangan yang dihadapi oleh tim pengembang DMR membuat DMR menjadi semakin dewasa. Parameter yang digunakan untuk mengukur kemampuan DMR tidak terlepas dari kecepatan, akurasi, skalabilitas, hingga konsistensi & tingkat kepercayaan hasil ekstraksi.
DMR versi 3 diluncurkan di Indonesia, Malaysia & Korea Selatan pada kuartal pertama tahun 2008. DMR versi 3 diperkirakan akan mampu mengubah paradigma mengenai begitu mudahnya pengolahan LJK dan betapa rendahnya biaya penggandaan LJK. Bangsa Indonesia kini patut berbangga sebagai pengembang perangkat lunak yang diyakini akan segera mendunia, DMR versi 3.
Digital Mark Reader (DMR) merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunaan scanner dokumen untuk pemeriksaan form ujian, kuesioner dan entri data dengan teknologi pengenalan tanda. DMR terdiri atas dua aplikasi:
DMR Editor (untuk membuat LJK) dan DMR Extractor (untuk memproses LJK).
Package : DMR-E (Trial Version) dan DMR-X (DMR-Mini version), Scanner dengan kcecepatan 400 lembar/jam, Training, Buku Manual, Video Tutorial, Garansi Hardware 1 tahun. Pengguna : Khusus SD, SMP/MTs, SMA/MA, SMK
Harga Mulai dari 8Jt*)
Package :
DMR-E dan DMR -X (Full Version), Scanner dengan Kecepatan 1500 dan 2100 lembar/jam, Training, Buku Manual, Video Tutorial, Garansi Hardware 1 Tahun. Pengguna : Umum
Tersedia pula High-End Package (DMR Exclusive, DMR Prime, DMR Premium, dan DMR President).
DMR, Software Resmi Depdiknas untuk UASBNThursday, 29 May 2008
Setelah melalui proses seleksi dan tender yang berlarut-larut di Depdiknas, alhamdulillah bulan April 2008 kami diberi amanah untuk mengembangkan DMR UASBN, sebuah hasil kustomisasi dari perangkat lunak Digital Mark Reader (DMR). Bagi yang belum tahu, UASBN adalah singkatan dari Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional untuk SD/MI/SDLB.
Sekitar 700 peserta dari dinas pendidikan setiap kota/kabupaten dan propinsi di Indonesia telah menjadi peserta pelatihan DMR UASBN yang diselenggarakan di... + Selengkapnya
ScanSnap_s500 Features:\r\n\r\n \r\n Scan 18 double-sided pages per minute \r\n Advanced features for the ultimate ase of use...
Aug.23
Brosur Scanner Fujitsu fi-5120c \r\nAn ADF Duplex Image Scanner that is CompactEnough to Place on Your DeskNot only can the fi-5120C scan color ...
quick FeedBack
Perhatian
Untuk dapat mengakses bagian-bagian penting : Update Software DMR, Manual, dan Suport Forum*) anda diharuskan login terlebih dahulu. Jika anda customer DMR dan belum register, silakan register.
Bagi Anda yang berminat untuk bergabung di dalam sistem keagenan DMR, silakan SMS ke 08157114802 | email : zulfikar[at]codena.co.id
Main Distributor
Jakarta & international distribution or cooperation, please contact Prismatek
PT Prisma Teknologi Informatika
Mayapada Tower, 11th Floor | Jl. Jend. Sudirman Kav. 28 | Jakarta 12920, Indonesia
Phone 6221-5289 7456, 52891933 | Fax. 6221-5289 7399 | web : www.prismatek.co.id | mail :
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Showroom :
Prisma Teknologi Informatika
Gedung Lina suite 201 C | HR Rasuna Said Kav B7 | Kuningan - Jakarta 12910 |