Update
|
Tuesday, 21 October 2008 |
Kehadiran DMR sebagai sistem pemeriksa ujian, kuesioner dan data entry telah dirasakan manfaatnya oleh berbagai institusi. Sejak awal kemunculannya di tahun 2004, DMR telah dimanfaatkan sebagai software koreksi untuk berbagai macam bentuk ujian seperti seleksi CPNS, rekrutmen pegawai di berbagai perusahaan swasta, psikotest, tes TOEFL, ujian masuk perguruan tinggi, ujian-ujian di sekolah dasar hingga sekolah menengah dan yang terakhir, DMR dipercaya sebagai software resmi koreksi ujian untuk UASBN 2008. Tidak hanya berfungsi untuk koreksi ujian, DMR juga dimanfaatkan untuk pemeriksan kuesioner seperti kuesioner penilaian kinerja pegawai, penilaian kinerja dosen serta kuesioner penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa.
Jika sebelumnya para pengguna DMR hanya dapat menggunakan fitur teknologi canggih yang dimiliki oleh DMR dengan membeli produk DMR, kini para rekruiter, lembaga-lembaga psikologi, sekolah, perguruan tinggi, dll dapat juga melakukan seleksi CPNS, rekrutmen pegawai baru maupun pengolahan kuesioner dengan cara menyewa jasa scanning menggunakan teknologi DMR. Berbagai kelebihan ditawarkan dengan menyewa jasa scanning DMR, diantaranya:
- Didukung oleh scanner berkecepatan menengah-tinggi. Untuk jasa scanning ini, kami memiliki scanner dengan kecepatan 30 ppm hingga 120 ppm. Dengan adanya fasilitas scanner berkecepatan tinggi maka Anda tidak perlu khawatir lagi untuk menyelesaikan pemeriksaan LJK dengan volume besar dalam waktu yang sangat singkat.
- DMR mampu mengekstrak image menjadi data lebih dari 2500 lembar per menit dengan akurasi yang tetap terjaga.
- Didukung oleh operator-operator scanning yang telah berpengalaman mengolah LJK hingga jutaan lembar.
- DMR terbukti telah digunakan mengolah 1,5 juta lembar LJK seleksi CPNS di tempat terpusat pada tahun 2004. Secara kontinyu, DMR juga telah dipercaya oleh berbagai instansi pemerintahan diantaranya BKN, Depag, Depnakertrans, Dephan, Setneg, LIPI, LAPAN, Pemprop Sulut, Pemprop Sulsel, Pemprop Maluku untuk pemeriksaan LJK seleksi CPNS sejak tahun 2005. Dan prestasi terakhir yang diukir DMR adalah mengolah lebih dari 12 juta LJK UASBN di tahun 2008.
Jika Anda masih membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai jasa scanning DMR, Anda dapat menghubungi CV. Cipta Citra Codena, Jl. Batik Ayu No. 26 Bandung. CP: Zulfikar Syaharuddin, Telp: 022-2506417; HP: 08157114802 atau Email:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|
|
Last Updated ( Wednesday, 05 November 2008 )
|
|
|
Thursday, 16 October 2008 |
Mungkin tidak banyak
yang tahu, bahwa Departemen Kehutanan pada tahun-tahun sebelumnya melakukan
pemeriksaan ujian seleksi CPNS dengan cara manual, tidak menggunakan komputer
dan scanner.
Sejak Desember 2007,
Departemen Kehutanan mengincar Digital Mark Reader (DMR), Scanner Pemeriksa
Ujian, Kuesioner, Psikotes yg Paling Ekonomis
dan hal tersebut akhirnya terealisasi di bulan September 2008.
Sejak tahun 2004,
DMR telah digunakan di departemen dan instansi pemerintah lainnya untuk
kelancaran proses pemeriksaan ujian seleksi CPNS, mulai dari perancangan Lembar
Jawab Komputer (LJK) yang sesuai petunjuk Badan Kepegawaian Negara (BKN),
hingga proses skoring dan pencetakan hasilnya. Instansi tersebut antara lain
BKN sendiri, Depag, Depnakertrans, Dephan, Setneg, LIPI, LAPAN, Pemprop Sulut, Pemprop Sulsel,
Pemprop Maluku dll.
Ujian tertulis
seleksi CPNS Dephut rencananya akan dilangsungkan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 13
November 2008 dan hasilnya akan diumumkan tanggal 5 Desember 2008. Dephut
membutuhkan 173 orang lulusan DIII dan 177 orang lulusan S1 berbagai jurusan.
Dengan jumlah lowongan untuk 350 orang,
seleksi CPNS Dephut akan sangat diminati oleh para pencari kerja.
Bila untuk setiap 1
lowongan ada 10 pendaftar, maka seleksi CPNS Dephut tahun 2008 akan diikuti
oleh 3500 orang, dengan setiap orang mendapatkan 4 lembar LJK antara lain: Tes
Pengetahuan Umum (TPU), Tes Bakat Skolastik (TBS), Tes Skala Kematangan (TSK), dan
Tes Kompetensi Bidang (TKB).
Di seluruh
Indonesia, khusus untuk seleksi CPNS Dephut, akan ada minimal 3500 orang x 4
lembar = 14.000 LJK yang bila diperiksa secara manual akan sangat membutuhkan
banyak orang dan juga butuh waktu yang lama.
|
|
Last Updated ( Thursday, 16 October 2008 )
|
|
|
Tuesday, 01 April 2008 |
Meskipun saat ini kehadiran Digital Mark Reader (DMR) tidak lagi sendiri, jangan sampai Anda salah menentukan pilihan. DMR tetap lebih unggul. Apa saja keunggulannya?
1. DMR paling kencang.
DMR mampu mengolah 2500 LJK per menit namun akurasi tetap terjaga, siapa lagi yang bisa?
2. DMR paling hemat.
- Hemat biaya
Dengan LJK 1 warna, biaya penggandaan lebih murah dan pengisian tetap bisa menggunakan tanda silang.
- Hemat penyimpanan
Ketika disimpan, gambar hasil scan 1 lembar hanya butuh ruang 15 KB. Artinya harddsik 300GB dapat memuat hasil scan 20 juta lembar LJK.
3. DMR paling luas jangkauan layanannya.
Jaringan penjualan serta pelayanan DMR terdapat di tiap kota-kota besar di Indonesia.
4. DMR paling baik skalabilitasnya
Terbukti pada skala kecil, tidak bermasalah pada skala jutaan lembar.
5. DMR paling banyak digunakan.
DMR dipercaya oleh ratusan pengguna, dari beberapa negara termasuk 50 universitas ternama dan beberapa perusahaan multinasional.
6. DMR paling mudah diverifikasi.
DMR mampu menampilkan hasil pengenalan isian LJK tepat di samping atau di bawah setiap isian. Hasil pengenalan tersebut juga dapat otomatis disimpan sebagai arsip yang dapat dipertanggungjawabkan serta diperlihatkan pada uji publik.
7. DMR paling fleksibel.
DMR dapat memeriksa form dengan pengenalan referensi berbasis garis, lingkaran maupun kotak. DMR hanya perlu 1 rancangan template yang dapat digunakan di setiap tipe dan jenis scanner, bahkan pada setting resolusi yang berbeda. LJK DMR dapat di-print, dicetak, di-fotocopy, bahkan disebarkan melalui internet. Pengisiannya pun dapat dengan bulatan maupun tanda silang.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 02 April 2008 )
|
|
|
Wednesday, 13 February 2008 |
 Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) pada Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional (Balitbang Depdiknas) diberi amanah untuk mengembangkan sistem pengujian dan penilaian untuk Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) sebuah istilah yang disepakati DPR dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk ujian nasional bagi siswa SD/MI/SDLB mulai tahun 2008.
Tantangan yang cukup berat bagi Puspendik dalam menjalankan tugasnya kali ini adalah bahwa prosedur pengisian Lembar Jawab Komputer (LJK) oleh peserta ujian hendaknya menggunakan tanda silang (X). Belum lagi, volume LJK yang diperkirakan mencapai 15,6 juta lembar perlu diolah secepat mungkin dengan tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tak dapat dipungkiri, perangkat lunak Digital Mark Reader (DMR) adalah pilihan yang paling tepat bagi Puspendik dalam menghadapi tantangan tersebut. Apa saja alasannya?
|
|
Last Updated ( Thursday, 14 February 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Wednesday, 30 January 2008 |
|
Reynold B. Johnson, seorang guru SMA di Michigan, Amerika Serikat di tahun 1932 membuat sebuah mesin pemeriksa ujian yang dapat membaca bulatan hitam pensil pada form lembar jawab khusus. Tahun 1934, ia direkrut oleh IBM lalu meng-hasilkan Mesin Pemeriksa Ujian IBM 805 pada tahun 1938.
Tahun 1938: IBM 805
Kecepatan pemeriksaan ujian dengan IBM 805 bergantung pada kegesitan operator dalam memasukkan lembar jawab dan mencatat nilai yang ditampilkan mesin, berkisar antara 800 -1.000 lembar per jam. Operator cukup menjatuhkan lembar jawab ke lubang pada mesin, lalu menekan tombol dan tuas yang tersedia. Mesin yang tidak memerlukan komputer ini telah berhenti dipasarkan sejak 1963.
Periode 1960-2000an: Scanner OMR
Ada dua merk scanner OMR yang terkenal di Indonesia, yaitu OpScan & Scantron. Kecepatannya beragam, 3.000 - 10.000 lembar per jam. Beberapa kelemahan OMR adalah:
- Kertas form di atas 80 gsm, perlu cetakan dua warna berpresisi sangat tinggi pada perbanyakan form-nya.
-
Perlu campur tangan programmer untuk merancang setiap 1 jenis form.
-
Alat tulis untuk pengisian form-nya harus pensil 2B. Penggunaan pensil palsu dapat berakibat fatal.
- Kecepatan tertinggi sulit dicapai karena scanning terhenti bila isian peserta tak valid.
-
Verifikasi data sulit dilakukan karena perlu pencarian kertas/form secara fisik.
-
Harga scannernya tidak terjangkau oleh lembaga yang kemampuan finansialnya kecil.
Bagi yang mengikuti perkembangan teknologi scanning terkini, terdapat sebuah fakta bahwa OMR itu mahal dari segi investasi, mahal dari segi operasional, serta penggunaannya tidak lagi relevan dengan zaman serba digital ini. Dapat disimpulkan, masa kejayaan OMR telah berakhir seperti halnya mesin tik yang keberadaannya kini tergantikan oleh komputer dan laptop.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 30 January 2008 )
|
|
Read more...
|
|
| |
|
Peluang UsahaBagi Anda yang berminat untuk bergabung di dalam sistem keagenan DMR, silakan SMS ke 08157114802 | email : zulfikar[at]codena.co.id
|